Berita

Pendidikan Kejuruan, Kunci Indonesia Jadi Ekonomi ke-7 Dunia

By  | 

Bank Pembangunan Asia (ADB) melansir kajian terbaru tentang prospek ekonomi Indonesia. Kendati banyak lembaga riset menyatakan negara ini bisa menjadi kekuatan ekonomi ke-7 dunia pada 2030, banyak tantangan menghadangnya.

Salah satu masalah perlu segera diatasi adalah kualitas sumber daya manusia. ADB mengingatkan Indonesia, bahwa lompatan kualitas perekonomian di masa mendatang sangat tergantung pertumbuhan sektor bisnis berbasis pengetahuan.

Wakil Presiden Bidang Manajemen Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan ADB Bindu Lohani menyatakan, penguatan sumber daya manusia harus secepatnya diatasi oleh pemerintah.

“Membangun sektor berbasis pengetahuan cukup krusial untuk melanjutkan tren pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan memperkuat posisi Indonesia di ASEAN selepas 2015,” ujarnya dalam laporan yang diterima merdeka.com, Jumat (12/9).

ADB menyatakan, selain penguatan institusi pendidikan, prasyarat mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan adalah perbaikan infrastruktur, mengurangi hambatan bisnis, serta menggelontorkan lebih banyak dana untuk penelitian.

Semua isu tersebut, perlu diatasi Indonesia sekaligus, bersama masalah rendahnya pendidikan mayoritas buruh juga menjadi masalah akut yang membuat daya saing Tanah Air relatif rendah.

“Ini menjelaskan mengapa Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi tinggi selama 2001-2010, dalam rangking Bank Dunia terkait ekonomi berbasis pengetahuan hanya berada di posisi 107 dari 145 negara,” ungkapnya.

Dari semua masalah pendidikan, ADB menyarankan pemerintah fokus pada solusi praktis jangka pendek. Terutama memperkuat sekolah-sekolah kejuruan, yang fokusnya mempersiapkan skill untuk bidang kreatif. “Sekolah fesyen, desain, games, serta animasi tumbuh tinggi di Indonesia, dan tampaknya jumlahnya perlu ditambah,” kata Bindu.

Dengan jumlah sekolah kejuruan relatif rendah, Indonesia sudah menikmati kontribusi ekonomi kreatif sebesar 7,74 persen pada Produk Domestik Bruto sepanjang 2002-2010.

Bindu mencontohkan cerita sukses dari Jepang dan Korea Selatan yang berhasil mengubah perekonomiannya berbasis pengetahuan. Format pengembangan daya saing seperti itu yang bisa ditiru oleh Indonesia. (merdeka.com)