Rilis

Tausiyah Bang Muin: Puasa (seharusnya) Membuat Kita Lebih Peduli (2)

By  | 

Ada dua peduli saya tulis dalam artikel yang lalu, peduli pada diri sendiri dan peduli pada orang lain. Allah telah mengingatkan kita dalam firmannya, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6).

Jika kita peduli pada diri sendiri sebagaimana firman Allah SWT tersebut, maka kita akan mencari tahu apa yang harus kita lakukan untuk menjaga diri kita dari azab Allah.

Menjadi seorang mu’min (orang yang beriman) adalah kebutuhan yang harus kita jadikan sebagai prioritas utama jika kita ingin mendapat keselamatan, keberkahan dan ridho Allah SWT sepanjang hidup kita.

Apa-apa yang harus dilakukan oleh orang beriman telah diatur dengan rinci oleh Allah ‘Azza Wa Jalla dalam Al Qur’an Surat Al Mu’minuun: 1-7

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman(1), (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya (2), dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (3), dan orang-orang yang menunaikan zakat (4), dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (5), Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (6), dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya(7)”.

Selain sholat yang khusyu’, orang beriman harus berupaya tidak melakukan perbuatan dan perkataan yang tidak berguna dimana salah satu sarana pelatihan terbaiknya adalah saat berpuasa.

Karena saat berpuasa kita wajib menahan diri kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan memperbanyak kebajikan.

Apabila pada saat berpuasa saja kita mampu untuk berbuat lebih banyak kebajikan padahal lapar, haus, dan tubuh yang lemah kerap kita rasakan, insyaallah pada hari-hari selain puasa kita akan mampu berbuat lebih banyak karena kita peduli akan keselamatan diri kita di akhirat kelak.

Bagaimana dengan peduli pada orang lain ? Suatu ketika Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat; “ya Rasulullah perbuatan apa yang sangat mulia (dilakukan oleh manusia)? Rasul menjawab: “Berbuat kebajikan atau bersedekah pada bulan Romadhan”. (HR. Bukhori).

Pada bulan ini amal kebajikan termasuk sedekah akan dilipat gandakan oleh Allah sepuluh kali lipat (QS. Al-An’am: 160) bahkan sampai lebih yaitu tujuh ratus kali lipat pahala yang diperolehnya (QS. Al-Baqarah : 261).

Menahan lapar dan haus selayaknya membuat kita turut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan serta melakukan puasa sepanjang hidupnya karena kesulitan mendapatkan makanan.
Peduli terhadap penderitaan mereka akan membuat kita ingin berbagi dan membantu kesulitan yang mereka alami hingga pada akhirnya tercipta kasih sayang yang membuat hidup menjadi lebih nyaman.

Berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan kita, bisa jadi disebabkan makin menipisnya rasa peduli. Karena pada kenyataannya rasa peduli yang terolah dengan baik dan merupakan hasil tempaan saat berpuasa terutama puasa ramadhan yang berlangsung selama satu bulan penuh akan mampu menjadikan hidup lebih baik dan lebih berkah.

Mari asah kepedulian kita dengan melaksanakan puasa dibulan ramadhan sepenuh hati agar makin tajam dan mampu menebas permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi disekitar kita sehingga kita layak mendapatkan predikat sebagai orang yang beriman.

Walahu a’lam bisshowab

Abdul Muin Hafied, Anggota DPRD Kota Bekasi