Featured

Tausiyah Bang Muin: Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

By  | 

Betapa besarnya kasih sayang dan rahmat Allah kepada manusia yang berpuasa. Sedemikian istimewanya ibadah puasa hingga Allah SWT sendirilah yang akan membalasnya. Berdasarkan beberapa Firman Allah SWT serta hadits Rasulullah ada empat kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Yaitu;

1.Saat berbuka, setelah berpuasa sejak fajar hingga maghrib tiba tentu berbuka menjadi kegembiraan yang dinanti karena berarti pula dibolehkannya melakukan hal-hal yang dilarang selama berpuasa, seperti makan dan minum, berhubungan suami istri dll.

Kemampuan menahan diri dari berbagai larangan tentu merupakan kemenangan bagi orang yang berpuasa karena berhasil memenuhi perintah Allah SWT yang berdampak pada pengendalian dan kedisiplinan diri.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

2.Saat berjumpa dengan Allah SWT, Ganjaran Puasa diberikan dan ditentukan langsung oleh Allah yang berarti karunia, rahmat dan ridho Nya akan diberikan kepada orang-orang yang telah berpuasa dengan benar sesuai tuntunanNya.

Bahkan Allah memberikan pintu masuk khusus di Surga bagi orang yang berpuasa. Ini tentu kenikmatan yang tidak akan disia-siakan oleh kaum muslimin yang akan melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tahun ini, sebagaimana firman Allah SWT;

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.”

3.Mendapat Syafa’at pada hari kiamat, Setiap manusia membutuhkan syafa’at pada hari akhir yang akan membantunya memasuki surga dan mendaptkan rahmat Allah SWT. Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr radhiallaahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya”

4.Sebagai kafarat (pelebur) dosa-dosa, sebagai manusia tentu kita tidak luput dari perbuatan dosa yang kita sendiri tidak tahu berapa banyak dosa yang kita miliki. Sepatutnya puasa di Bulan Ramadhan 1434 H ini kita lakukan dengan sepenuh hati dan benar sesuai tuntunan dai Allah SWT dan Rasulnya agar dapat menjadi pelebur bagi dosa sehingga saat ramadhan berakhir, kita menjadi bersih dan suci (fitrah) kembali. Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Fitnah (kelalaian) seseorang pada keluarga, harta, anak, dan tetangganya dapat dilebur dengan shalat, puasa dan sedekah.”

Abdul Muin Hafied, Anggota DPRD Kota Bekasi