Berita

Bang Muin dan Pimpinan Dewan Studi Banding ke Yogyakarta Bahas Revisi Penyertaan Modal PDAM

By  | 

Ketua Badan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied beserta anggota Baperda dan Pimpinan DPRD Kota Bekasi melakukan studi banding ke DPRD Kota Yogyakarta mengenai revisi perubahan penyertaan modal kepada PDAM Tirta Patriot seperti tertuang dalam Perda Nomor 17 Tahun 2015.

Menurutnya, revisi perlu dilakukan seiring bertambahnya anggaran penyertaan modal dari tadinya hanya Rp 60 miliar untuk tahun 2016 sampai 2018 dengan skema setiap tahun mendapat kucuran Rp 20 miliar menjadi Rp 132.200.000.000.

Sementara adanya tambahan anggaran penyertaan modal terjadi karena Pemkot Bekasi mendapat anggaran hibah dari DKI Jakata untuk pembangunan sumur artesis di wilayah Bantargebang.

“Tadinya kita anggarkan Rp 60 miliar untuk tahun 2016 sampai 2018. Tiap tahun anggaran dikucur Rp 20 miliar. Tapi karena kita dapat hibah dari DKI Jakarta untuk pembuatan sumur artesis di Bantargebang, makanya perlu ada revisi sebab ada tambahan modal lagi,” kata dia.

IMG-20170209-WA0010

Pria yang akrab disapa Bang Muin itu juga membeberkan sejumlah rincian besaran penyertaan modal.

Dari total penyertaan modal sebesar Rp 132.200.000.000, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk. Penyertaan modal dari tahun 2016 hingga 2018 sebesar Rp 60 miliar.

Pembangunan reservoir 800 m2 sebesar Rp 16 miliar. Pembangunan dan pemasangan pipa distrubusi dan retikulasi SPAM Jatisari Rp 20 miliar.

Dan Pembangunan SPAM Kelurahan Cikiwul, Ciketing Udik dan Sumur Batu sebesar Rp 25 miliar yang terdiri dari pembangunan sumur artesis berikut pengadaan dan pemasangan pipa distribusi dan pengadaan dan pembangunan sambungan rumah.

“Semoga itu semua nantinya memberi manfaat bagi peningkatan pelayanan PDAM Tirta Patriot untuk masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.(TIM)