Berita

Bang Muin Nilai Jabar Kurang Siap Laksanakan PPDB Onlie Tingkat SMA

By  | 

Wakil Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied menilai pihak Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan kurang siap dalam melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA/SMK se-derajat.

Akibatnya kata dia, banyak warga masyarakat merasa resah dengan tidak siapnya pihak Provinsi Jawa Barat.

“Di lapangan para orangtua itu pada bingung. Mereka banyak yang gak paham bagaimana cara mendaftar masuk SMA. Banyak orangtua juga resah,” kata pria yang akrab disapa Bang Muin itu, Sabtu (10/6).

Ia sendiri, meyayangkan kebijakan pemerintah yang menyerahkan pengelolaan sekolah SMA se-derajat di tangan Provinsi yang menurutnya dirasa kurang efektif. Sebab, pada praktiknya yang lebih dekat dengan masyarakat adalah kota dan kabupaten.

Belum lagi, pendirian sekolah negeri juga banyak diprakarasi oleh masyarakat yang mana ada perjanjian-perjanjian tertentu antara warga dan pihak Pemkot ataupun Pemkab yang mana provinsi tidak tahu menahu.

“Yang lebih dekat dengan warga jelas Pemkot dan Pemkab. Apalagi dalam setiap pendirian sekolah negeri itu, biasanya ada perjanjian antara warga sekitar dengan pemrintah. Sekolah bisa berdiri kan karena warga itu merelakan tanah fasos-fasum untuk keperluan pendidikan. Harapannya, anak mereka bisa sekolah dekat rumah. Kalau sekarang dipegang provinsi, mana tahu mereka soal itu,” kata dia.

Bukan hanya persoalan PPDB saja, Bang Muin mengkritik kebijakan pengelolaan sekolah menengah oleh Provinsi. Dia juga mengkritik, persoalan tanggungjawab provinsi kepada para tenaga pendidikan yang saat ini nasibnya terkatung-katung.

“Honor tenga pendidikan jadi bermasalah saat dipegang provinsi, padahal sebelumnya aman-aman saja. Ini bukti bahwa sebenarnya provinsi kurang siap,” tandasnya.

Bahwa sanya kata dia, tidak masalah provinsi mengambil alih wewenang kota dan kabupaten. Hanya saja, itu tidak diberlakukan untuk semua daerah.

“Daerah tertentu sajalah, yang memang daerahnya kurang mampu. Kalau seperti Bekasi saya kira sudah sangat siap mengelola pendidikan dari tingkat dasar sampai menengah atas,” pungkasnya.(TIM)