Berita

Usai Lebaran, Bang Muin Minta Pemkot Aktif Lakukan Pendataan Terhadap Pendatang

By  | 

Pasca lebaran berakhir Pemkot Bekasi diminta untuk aktif melakukan pendataan terhadap para pendatang yang kemungkinan akan banyak berdatangan ke Kota Bekasi bersama sanak familinya yang sudah lebih dulu menetap di Kota Bekasi.

Pendataan terhadap pendatang penting untuk meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan dengan banyaknya orang baru masuk ke Kota Bekasi.

“Perlu ada pendataan bagi pendatang. Pemerintah setempat mesti tahu siapa-siapa saja orang baru yang datang, asal-usulnya harus jelas. Dia tinggal sama siapa dan keperluannya apa,” kata pria yang akrab disapa Bang Muin.

Dengan adanya pendataan, maka bila ada pendatang melakukan tindakan negatif, maka pihak berwajib tidak kesulitan untuk mengambil langkah.

“Siapa tau pendatang itu berbuat kriminal dan kabur, nah aparat mudah mencarinya. Atau ternyata pendatang ini terkait dengan jaringan teror. Pokoknya pemerintah harus perketat,” kata dia.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat Kota Bekasi yang datang membawa sanak famili dari kampung halaman atau teman untuk melapor ke perangkat Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW).

“Tolong bila dari kampung halaman anda datang membawa saudara atau teman diharapkan lapor ke RT atau RW. Ini untuk menjaga kenyamanan bersama. Jangan sampai ada hal-hal tidak diinginkan terjadi,” kata dia.

Bang Muin juga memberi saran, bila mana ada warga Kota Bekasi yang ingin membawa saudaranya dari kampung untuk bisa memastikan bahwa yang bersangkutan sudah punya kepastian akan nasibnya di Kota Bekasi.

“Yang bawa saudara pastikan, saudaranya di Bekasi ini mau apa. Kalau mau kerja, usahakan sudah ada tempat kerja yang dituju. Jangan sampai di Bekasi ini tidak ada kejelasan tujuan,” tandasnya.

Yang jelas kata Bang Muin, ia berharap semua pendatang baru agar bisa menjaga sikap dan bisa menyesuaikan dengan kultur masyarakat Kota Bekasi.

“Ingat pepatah di mana bumi dipijak di situ langit kita junjung. Saya harap setiap pendatang bisa menerapkan filosofi tersebut di Kota Bekasi,” pungkasnya.(TIM)