Berita

Bang Muin Nobar Film Nyai Ahmad Dahlan Bersama Siswa Muhammadiyah

By  | 

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi, Abdul Muin menggelar nonton bareng (nobar) film Nyai Ahmad Dahlan bersama siswa sekolah Muhammadiyah mulai dari siswa SMK 01 Muhammadiyah Kota Bekasi, SMA 09 Muhammadiyah Kota Bekasi dan MTS Muhammadiyah Kota Bekasi. Kegiatan nobar dihelat di XXI Mega Bekasi pada hari Rabu, 13 September 2017.

Hadir pula para dewan guru dan juga pengurus Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Bekasi.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Muin itu, kegiatan nobar tidak semata-mata memberikan hiburan kepada para siswa, tetapi juga sebagai upaya memberikan edukasi dari sisi sejarah.

Mengingat kata dia, film yang ditonton mengangkat, sosok Nyai Ahmad Dahlan atau Nyai Walidah yang merupakan istri Pendiri Muhammadiyah, Kiyai Ahmad Dahlan.

“Kita ingin siswa Muhammadiyah lebih mengenal sosok Nyai Ahmad Dahlan yang merupakan istri dari Kiyai Ahmad Dahlan yang tidak lain merupakan pendiri Muhammadiyah,” kata Bang Muin.

IMG-20170913-WA0017

Ia menjelaskan, Nyai Ahmad Dahlan kata dia, merupakan figur sentral dalam perjalanan Muhammadiyah di era awal berdirinya Muhammadiyah.

Nyai Walidah, tidak hanya pendamping atau istri, tapi secara kelembagaan Muhammadiyah perannya cukup vital. Melalui, prakarasa Nyai Ahmad Dahlanlah, kemudian lahir Aisyiyah sebuah organisasi perempuan Muhammadiyah.

Sekolah-sekolah Muhammadiyah juga lahir salah satunya berkat prakarsa Nyai Ahmad Dahlan.

“Beliau figur perempuan ideal di jamannya dan bahkan masih sangat relevan dijadikan model perempuan Indonesia saat ini. Beliau tidak sekedar tahu tentang urusan rumah tangga, tapi beliau juga tau tentang banyak hal, memiliki pendidikan yang bagus juga cerdas. Yang paling penting dia tidak lupa dengan kordatnya sebagai sosok seorang perempuan,” tandasnya Bang Muin.

IMG-20170913-WA0015

Dirinya berharap, pasca menonton film tersebut, para siswa Muhammadiyah bisa meneladani sosok Nyai Ahmad Dahlan, dan punya keinginan lebih dalam menggali sejarah Muhammadiyah beserta para figur sentral di dalamnya.

“Mudah-mudahan menjadi sebuah motivasi untuk para siswa. Siswa jadi semakin giat mencari tahu segala hal berbau Muhammadiyah,” pungkasnya.(TIM)