Connect with us

Abdul Muin Hafied

Abdul Muin Hafied Putra Asli Sidrap yang Sukses Berpolitik di Kota Bekasi

Berita

Abdul Muin Hafied Putra Asli Sidrap yang Sukses Berpolitik di Kota Bekasi

Sukses di perantuan bukanlah hal mudah, apalagi bagi mereka yang bergelut di dunia politik. Adalah Abdul Muin Hafied, salah satu sosok perantau yang berhasil sukses berkarir di dunia politik

Senin (26/8/2019) putra asli Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan tersebut, baru saja dilantik menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-20124. Itu adalah kali ketiga secara berturut-turut pria yang akrab disapa Bang Muin tersebut, menjadi wakil rakyat di Kota Bekasi.

Terpilih tiga kali berturut-turut adalah prestasi luar biasa bagi pria kelahiran Sidrap 8 Septembr 1968. Butuh kerja keras untuk bisa meraih sukses semacam itu. Apalagi di tengah banyaknya pesaing dan budaya politik hari ini yang cenderung transaksional.

Di Kota Bekasi sendiri, cost politik untuk menjadi wakil rakyat sangatlah tinggi. Banyak politisi menghamburkan uangnya agar bisa menjadi anggota dewan.

Namun hal semacam itu tidak berlaku bagi Bang Muin. Investasi sosial dari sebelum hingga menjadi anggota dewan adalah kunci sukses politisi PAN tersebut, dipercaya masyarakat menjadi wakil rakyat.

“Kerja keras dan semangat itu sudah pasti kalau kita ingin sukses di bidang manapun. Tapi di luar itu, bagi para politisi seperti saya, investasi sosial adalah yang paling penting bila mana kita ingin terus dipercaya masyarakat menjadi wakil mereka. Namun hasil akhirnya kembali kepada Allah SWT, karena hasil tidak akan menghianati proses,” kata dia.

Soal investasi sosial, Bang Muin sejauh ini memang banyak berkecimpung dalam aktivitas kemasyarakat. Berbagai jabatan ia pegang antaralain; Ketua RW di lingkungannya sejak tahun 2003, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bekasi, penasihat PSSI Kota Bekasi, Wakil Ketua Forum Kerukuna Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Ketua Perkumpulan Keluarga Bugis Makassar ( PKBM ), , Pengurus PB Bugis Sidrap, dan Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi.

“Alhamdulillah sejauh ini sudah sering berkecimpung dan berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga saat memutuskan untuk maju respon dari masyarakat sangat baik,” kata dia.

Menjadi wakil rakyat baginya juga soal komitmen. Komitmen untuk menetapi janji dan amanah atas tugas yang diemban adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Saat anggota dewan disumpah jabatan maka disitulah komitmen kita sebagai wakil rakyat harus mulai ditunaikan. Dan secara otomatis diri kita sudah sepenuhnya untuk masyarakat,” kata dia.

Selain komitmen yang kuat, Bang Muin termasuk salah satu dari sekian politisi yang dekat dengan rakyat. Sosoknya dikenal ramah, mudah akrab dengan siapa saja serta rajin turun bertemu warga.

“Sebisa mungkin antara saya dan masyarakat itu tidak ada sekat. Budaya itu saya bangun dan jaga. Alhamdulillah masyarakat menjadi mudah berkomunikasi dengan saya sehingga kolaborasi antara saya dengan mereka menghasilkan kemajuan untuk lingkungan terutama di bidang pembangunan. Karena apa yang saya suarakan dan perjuangkan sepenuhnya memang aspirasi langsung dari masyarakat berkenaan dengan kebutuhan mereka,” kata dia.

Bang Muin juga sosok yang sangat mengutamakan keluarga. Aktivitasnya di politik tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah dari anak-anaknya.

Keluarga bagi suami dari Hj.Ahadiatun Nurul Aini adalah sumber inspirasi utama, sesibuk apapun kegiatan politik yang dijalani, Bang Muin selalu ada waktu untuk keluarga.

Kedekatan dan metode pembinaan dengan keluarga membuat anak-anaknya sukses dalam menempuh pendidikan. Anak pertamanya Ghilman Akbar Kautsari belum lama ini lulus dari Telkom University dengan predikat cumlaude. Sedangkan anak kedua Tazkia Arhani berhasil diterima kuliah di Jurusan Psikologi UGM Yogyakarta. Adapun anak ketiga Qeis Attar Matin saat ini menjalani studi di MA Mualimin Yogyakarta Kelas 9 MAK. Dan anak nomer empat Ghita Sahila Fitri saat ini tengah bersekolah di Muhmammadiyah Boarding School (MBS) kelas 3 MTS. Jogyakarta.

“Masyarakat dan keluarga sama pentingnya jadi tinggal bagaimana kita menempatkan diri sedang ada di mana. Kalau di rumah kita ini suami dan ayah serta kepala keluarga, di luar kita sebagai wakil rakyat. Alhamdulillah keduanya bisa terurus dengan baik sejauh ini tanpa ada salah satu yang terabaikan ,” ujarnya.

Keluarga jualah yang membuat Bang Muin moncer karirnya di politik. Menurutnya, tanpa adanya dukungan dari keluarga susah bagi dirinya untuk bisa sukses sejauh ini di politik.

“Yang saya rasakan sejauh ini peran keluarga, doa dan dukungan istri serta anak-anak sangat membantu langkah saya di politik. Mereka yang selalu mensupport dan , menguatkan saya sehingga tetap eksis di dunia politik hingga saat ini. Khusus untuk istri, ia adalah sosok luar biasa dalam kehidupan saya,” tandasnya.

Tiga kali terpilih menjadi wakil rakyat, Bang Muin bisa dikatakan kenyang pengalaman. Sejumlah jabatan strategis baik di DPRD maupun di partai yang sudah di emban. Sebagai wakil rakyat dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Bekasi (Bapemperda), anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Bidang Ekonomi dan Keuangan, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Bidang Pendidikan, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dan anggota Badan Musyawarah DPRD Kota Bekasi.

Sementara jabatan di partai, pria yang mengenyam pendidikan dari SD, SMP, SMA di Sidrap, Sulawesi Selatan itu, saat ini tengah menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi.

Dengan pengalaman yang dirinya miliki, namanya layak diperhitungkan untuk masuk bursa kepala daerah. Baik di Kota Bekasi sebagai tempat tinggal dan berkarinya saat ini atau di Sidrap, Sulawesi Selatan selaku tanah kelahiran.

“Semua saya serahkan kepada Allah, Takdir manusia tidak ada yang tahu. Tapi kalau memang Allah menghendaki tentu saya siap untuk mengemban amanah sebagai kepala daerah. Di Kota Bekasi siap, di Sidrap jauh lebih siap karena saya juga punya keinginan untuk mengabdi kepada kampung halaman tempat saya dilahirkan,” tutup lulusan S1 Ekonomi STEI Kota Bekasi dan S2 Manajemen Pendidikan di Univeristas Negeri Jakarta (UNJ), tersebut.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Twitter

To Top