Connect with us

Abdul Muin Hafied

Bang Muin Dukung Percepatan Pemisahan Aset PDAM Tirta Bhagasasi

Berita

Bang Muin Dukung Percepatan Pemisahan Aset PDAM Tirta Bhagasasi

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied mendukung proses percepatan pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi yang sampai saat ini masih berlarut-larut.

Pria yang akrab disapa Bang Muin mengatakan, pemisahan aset merupakan kebutuhan mendesak terutama bagi masyarakat Kota Bekasi yang membutuhkan pelayanan air bersih.

“Saya berharap pemisahan aset ini jadi agenda prioritas karena kami ingin pelayanan air bersih yang prima untuk masyarakat. Saat ini kebutuhan air bersih masih jadi persoalan bagi sebagian warga Kota Bekasi,” kata dia.

Bang Muin juga menerangkan, bahwa di Kota Bekasi ada dua PDAM yang melayani kebutuhan air bersih warga. Pertama PDAM Tirta Bhagasasi yang modalnya milik Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi, kedua PDAM Tirta Patriot yang sepenuhnya milik Pemkot Bekasi.

Sedianya kata Bang Muin, PDAM Tirta Bhagasasi sudah tidak lagi beropreasi di Kota Bekasi karena Pemkot Bekasi sudah punya PDAM sendiri yakni Titra Patriot.

“Pemisahan aset itu arahnya agar aset-aset PDAM Tirta Bhagasasi tidak lagi milik mereka tapi dialihkan ke Pemkot Bekasi yang nantinya akan dikelola mandiri lewat PDAM Tirta Patriot. Sehingga PDAM Patriot nantinya bisa mensuplai penuh kebutuhan air bersih bagi warga Kota Bekasi,” kata dia.

Saat ini kata dia, salah satu kendala susah berkembangnya PDAM Tirta Patriot yakni akibat berlarut-larutnya proses pemisahan aset.

“Susah untuk mengembangkan jaringan baru di titik yang sudah terpasang jaringan PDAM Tirta Bhagasasi. Tapi kalau sudah ada pemisahan aset maka artinya kita tinggal meneruskan saja apa yang sudah ada. Sembari kita membuka jaringan baru ke titik yang memang belum dialiri jaringan air PDAM,” tandasnya.

Dalam proses pemisahan aset, Bang Muin mendukung Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang urung menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja lantaran ada sejumlah masalah yang perlu dikaji. Diantaranya terkait aset PDAM Tirta Bhagasasi yang berdiri di lahan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) milik Pemkot Bekasi.

Adapun aset yang dimaksud yaitu, Cabang Rawa Tembaga, Taman Harapan Baru, Wisma Asri, Cabang Setia Mekar (Perum III Bekasi), Cabang Pondokgede (Puri Gading), Rawalumbu dan Pondok Ungu.

“Langkah yang diambil Wali Kota Bekasi sudah tepat karena ada beberapa masalah yang perlu dikaji terutama yang berkaitan dengan dampak hukum,” pungkasnya.(TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Twitter

To Top